Mengenal Formula pada Excel “Fungsi IF Tunggal dan Bercabang”
Fungsi logika IF
yang telah dibahas pada artikel sebelumnya adalah salah satu fungsi yang
relatif banyak digunakan, terutama di lingkungan bisnis / perusahaan. Namun
fungsi IF
ini memiliki keterbatasan karena kondisi yang menjadi acuan hanya satu saja.
Bagaimana jika data Anda menggunakan beberapa kondisi sekaligus?
Seperti yang telah dibahas pada
artikel Penggabungan Fungsi,
penerapan fungsi pada aplikasi Excel bisa digabungkan untuk memenuhi satu
tujuan atau hasil tertentu. Dan dalam kasus ini, dimana data memiliki
beberapa kondisi yang harus dibandingkan, maka fungsi yang digunakan tetap
fungsi IF, namun bukan hanya satu IF (IF tunggal) melainkan beberapa IF
sekaligus. Dalam aplikasi Excel, penggunaan beberapa IF (Multiple IF) dalam
satu formula ini lazim disebut dengan fungsi IF Bercabang atau Nested
IF.
Pada dasarnya aturan penulisan
fungsi IF bercabang ini sama saja dengan IF tunggal, yaitu:
=IF(kondisi;nilai_TRUE;nilai_FALSE)
- kondisi merupakan kriteria acuan yang dijadikan pembanding
- nilai_TRUE merupakan nilai untuk kondisi yang terpenuhi
- nilai_FALSE merupakan nilai untuk kondisi yang tidak terpenuhi
Karena kondisi-nya lebih dari satu,
maka untuk nilai_FALSE digunakan kembali fungsi IF berikutnya. Misalnya
jika kondisi-nya ada 2, maka aturan penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;nilai_FALSE)))
Jika dijabarkan, maka formula
tersebut berarti:
- Lihat kondisi_1, jika terpenuhi maka gunakan nilai_TRUE1.
- Jika kondisi_1 tidak terpenuhi, maka lihat kondisi_2.
- Jika kondisi_2 terpenuhi, maka gunakan nilai_TRUE2.
- Jika kondisi_2 tidak terpenuhi, maka gunakan nilai_FALSE.
Fungsi IF bercabang ini tentunya
tidak hanya untuk 2 kondisi saja, misalnya jika ada 3 kondisi maka aturan
penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;(IF(kondisi_3;nilai_TRUE3;nilai_FALSE)))))
Atau jika kondisinya ada 4 maka
aturan penulisannya menjadi:
=IF(kondisi_1;nilai_TRUE1;(IF(kondisi_2;nilai_TRUE2;(IF(kondisi_3;nilai_TRUE3;(IF(kondisi_4;nilai_TRUE4;nilai_FALSE)))))))
Dan demikian seterusnya.
Agar penggunaan fungsi IF bercabang
ini lebih jelas, perhatikan contoh tabel berikut ini.
Misalkan saja pada tabel daftar
barang tersebut Anda diminta untuk mengisi nilai diskon pada sel C3
hingga C6, dengan kondisi bahwa produk Mouse dan produk Keyboard
akan mendapatkan diskon sebesar 5%. Diluar produk tersebut tidak
diberikan diskon.
Analisa dari kasus tersebut adalah
ada 2 kondisi yang menjadi acuan, yaitu Mouse diskon 5% serta Keyboard
diskon 5%. Kedua kondisi ini tentunya harus dimasukan kedalam formula IF
satu persatu, boleh diawali dengan kondisi untuk Mouse ataupun untuk Keyboard.
Sebagai contoh diambil kondisi untuk Mouse terlebih dahulu. Untuk memperjelas
pembahasan, berikut ini dituliskan kembali aturan penulisan fungsi IF.
C3=IF(kondisi;nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Kondisi pertama adalah Mouse
dengan diskon 5%. Mouse serta produk-produk lainnya berada pada kolom 3
dan diawali dengan alamat sel B3. Maka formulanya akan menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Nilai jika B3 adalah Mouse
merupakan nilai_TRUE yaitu 5%, maka formulanya menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";5%;nilai_FALSE)
Nilai_FALSE digunakan jika ternyata isi sel bukan Mouse, artinya produk
lainnya. Dan karena ada satu kondisi lagi yaitu Keyboard maka kita
masukan kondisi tersebut sebagai kondisi pada fungsi IF berikutnya:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";nilai_TRUE2;nilai_FALSE)))
Jika B3 adalah Keyboard
maka nilai_TRUE2 adalah 5% karena kondisinya terpenuhi. Sehingga
formulanya akan menjadi:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";5%;nilai_FALSE)))
Jika ternyata B3 tidak
berisikan Mouse ataupun Keyboard, maka tidak diberikan diskon
sama sekali atau diskon sama dengan 0. Nilai ini tentunya merupakan nilai_FALSE
untuk semua kondisi yang telah dibandingkan. Dengan demikian formula akhirnya
adalah sebagai berikut:
C3=IF(B3="Mouse";5%;(IF(B3="Keyboard";5%;0)))
Dan formula tersebut jika dijalankan
pada sel C3 tentunya akan menghasilkan nilai yang benar seperti tampak
pada gambar berikut ini.
Dan untuk mengisi sel-sel berikutnya
seperti biasa Anda dapat menggunakan Auto Fill.
Pelajari baik-baik penggunaan
formula IF bercabang ini karena dalam penerapan aplikasi Excel lanjutan Anda
akan banyak menggunakan formula ini. Hati-hati dengan penggunaan tanda kurung
karena semakin banyak IF yang Anda gunakan maka Anda akan menggunakan tanda
kurung yang banyak juga.
Mengenal Formula pada Excel “Fungsi OR”
Fungsi OR juga termasuk
kedalam fungsi logika. Kegunaannya adalah untuk membandingkan 2 atau lebih
kondisi dan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Nilai TRUE akan
digunakan jika salah satu kondisi atau semua kondisi terpenuhi.
Sedangkan nilai FALSE akan digunakan jika semua kondisi tidak
terpenuhi.
Agar lebih jelas, tabel berikut ini
memperlihatkan contoh nilai OR yang dihasilkan untuk 2 buah kondisi:
Dan tabel berikut ini memperlihatkan
contoh nilai OR yang dihasilkan untuk 3 buah kondisi:
Aturan penulisan fungsi OR pada
dasarnya sangat sederhana yaitu hanya memuat kondisinya saja sebagai berikut:
=OR(kondisi_1;kondisi_2;kondisi_3;......;kondisi_n)
Jika formula tersebut dijalankan,
maka nilai yang akan dihasilkan adalah TRUE atau FALSE. Agar TRUE atau FALSE tersebut
ada nilainya, maka fungsi OR umum digabungkan penggunaannya dengan IF
hingga fungsi ini juga kemudian lazim disebut dengan fungsi IF-OR.
Aturan penulisannya adalah sebagai berikut:
=IF(OR(kondisi_1;kondisi_2);nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Dalam penerapannya, fungsi OR dapat
Anda gunakan untuk menyederhanakan fungsi IF Bercabang.
Sebagai contoh pada artikel IF Bercabang
yang telah dibahas sebelumnya, terdapat tabel diskon sebagai berikut, dimana
ada kondisi untuk produk Mouse dan produk Keyboard yang akan
mendapatkan diskon sebesar 5%.
Kondisi yang diinginkan tersebut
jika dianalogikan dalam kalimat akan menjadi "Jika produk Mouse ATAU
Keyboard, maka berikan diskon sebesar 5%, namun jika bukan maka tidak ada
diskon". Dari kalimat ini didapatkan beberapa point penting, yaitu:
- kondisi_1: B3=Mouse
- kondisi_2: B3=Keyboard
- nilai_TRUE: 5%
- nilai_FALSE: 0
Dan point-point ini tentunya tinggal
Anda masukan kedalam fungsi IF-OR. Diawali dengan aturan penulisannya terlebih
dahulu:
C3=IF(OR(kondisi_1;kondisi_2);nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Kemudian tinggal Anda ganti
tiap-tiap argumen dengan nilai yang sesuai. Dengan demikian formula akhirnya
adalah sebagai berikut:
C3=IF(OR(B3="Mouse";B3="Keyboard");5%;0)
Dan formula ini jika Anda jalankan
tentunya akan menghasilkan nilai yang benar seperti tampak pada gambar berikut
ini.
Kemudian seperti biasanya untuk
mengisi sel-sel berikutnya Anda tinggal mengunakan Auto Fill.
Dari contoh tersebut, Anda dapat
melihat bahwa fungsi IF-OR bisa Anda gunakan untuk menyederhanakan penggunaan
formula IF Bercabang.
Mengenal Formula pada Excel Fungsi AND
Fungsi AND adalah kebalikan
dari fungsi OR. Kegunaannya sama yaitu untuk membandingkan 2 atau lebih
kondisi dan menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Perbedaan AND dengan OR
adalah nilai untuk kondisi TRUE dan FALSE-nya. Pada fungsi AND, nilai TRUE
akan digunakan jika semua kondisi terpenuhi, dan nilai FALSE akan
digunakan jika salah satu atau semua kondisi tidak terpenuhi.
Agar lebih jelas, tabel berikut ini
memperlihatkan contoh nilai AND yang dihasilkan untuk 2 buah kondisi:
Dan tabel berikut ini memperlihatkan
contoh nilai AND yang dihasilkan untuk 3 buah kondisi:
Aturan penulisan fungsi AND juga
sama dengan OR yaitu hanya memuat kondisinya saja, dan agar kondisi TRUE dan
FALSE ada nilainya maka fungsi AND juga umum digabungkan penggunaannya dengan IF
hingga kemudian lazim disebut dengan fungsi IF-AND dengan aturan
penulisan sebagai berikut:
=IF(AND(kondisi_1;kondisi_2);nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Contoh penggunaan fungsi AND ini
dapat dilihat pada tabel berikut.
Misalkan pada kolom Status
akan diisi dengan kata LULUS atau GAGAL. Status LULUS akan
didapatkan Siswa jika kedua nilai yaitu nilai Bahasa dan nilai Matematika
diatas 60. Jika salah satu nilai saja dibawah 60 maka siswa dinyatakan
gagal.
Kondisi yang diinginkan tersebut
jika dianalogikan dalam kalimat akan menjadi "Jika nilai Bahasa DAN
Matematika diatas 60 maka siswa akan Lulus. Namun jika tidak maka siswa akan
Gagal". Dari kalimat ini didapatkan beberapa point penting, yaitu:
- kondisi_1: C3>60
- kondisi_2: D3>60
- nilai_TRUE: LULUS
- nilai_FALSE: GAGAL
Dan point-point ini tentunya tinggal
Anda masukan kedalam fungsi IF-AND. Diawali dengan aturan penulisannya terlebih
dahulu:
E3=IF(AND(kondisi_1;kondisi_2);nilai_TRUE;nilai_FALSE)
Berikutnya Anda tinggal mengganti
argumen-argumen tersebut dengan nilai yang sesuai. Dengan demikian formula
akhirnya adalah sebagai berikut:
E3=IF(AND(C3>60;D3>60);"LULUS";"GAGAL")
Formula ini jika Anda jalankan
tentunya akan menghasilkan nilai yang benar seperti tampak pada gambar berikut
ini.
Kemudian seperti biasanya untuk
mengisi sel-sel berikutnya Anda tinggal mengunakan Auto Fill.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar